Sunday, July 29, 2012

Mr Bean Episode


http://www.inquisitr.com/wp-content/2012/02/mr-bean.png


Download Link
Episode 1   : Mr. Bean
Episode 2   : Good Night, Mr Bean
Episode 3   : Mind the Baby, Mr. Bean 
                     Via Torrent 
Episode 4   : The Curse of Mr. Bean 
Episode 5   : Mr. Bean Goes To Town
Episode 6   : Mr. Bean Rides Again
Episode 7   : Mr. Bean in Room 426 
Episode 8   : Do-It-Yourself, Mr. Bean
Episode 9   : Hair by Mr. Bean 
Episode 10 : The Return of Mr. Bean 
Episode 11 : Back To School, Mr. Bean
Episode 12 : Tee Off Mr. Bean
Episode 13 : Merry Christmas Mr. Bean
Episode 14 : The Trouble with Mr. Bean
Episode 15 : The Library
Episode 16 : The Bus Stop
Episode 17 : The Best Bits of Mr Bean
                      Part 1
                      Part 2
                      Part 3
Episode 18 : The Story Of Mr Bean 

kalau ada masalah silahkan koment pasti akan saya bantu ^_^

Penemuan 3 Mumi Pengorbanan dari Suku Inca

Oleh Joseph Castro, LiveScience Contributor | LiveScience.com

Perawan Inca berusia 15 tahun yang dikorbankan 500 tahun lalu ternyata memendam rahasia. Remaja itu sedang menderita infeksi bakteri paru-paru pada saat kematiannya. Hal ini berdasarkan laporan para ilmuwan Rabu (25/7).

Para peneliti sudah menganalisis protein selaput, dan bukan DNA, dari si Perawan dan mumi Inca remaja lain yang meninggal di saat bersamaan.

Dalam dekade terakhir, teknik DNA memang terbukti berguna untuk memecah misteri-misteri kuno seperti bagaimana Raja Tut mati. Tetapi teknik ini masih memiliki kekurangan, misalnya menemukan bukti bahwa parasit yang menyebabkan malaria di sistem tubuh Raja Tut bukan berarti si Raja Mesir ini menderita gejala-gejala malaria. Lingkungan sekitar juga dapat merusak sampel DNA jika para peneliti tidak hati-hati.



Di sisi lain, menganalisis sampel protein, yang bisa lebih terlindung dari pencemaran lingkungan, memunculkan perangkat informasi yang berbeda. "Sebagai ekspresi DNA, protein menunjukkan apa yang dihasilkan tubuh pada saat individual diambil sampelnya, atau dalam kasus kami, pada saat kematian," kata peneliti kasus ini Angelique Corthals, antropolog forensik di City University of New York kepada LiveScience. Secara khusus, protein bisa memberi informasi apakah sistem kekebalan tubuh sedang aktif untuk melawan penyakit.


Mumi-mumi Llullaillaco
Dalam studi mereka, Corthals and kolega-koleganya mengambil sapuan mulut dari dari dua mumi Inca Andes, seorang anak laki-laki usia 7 tahun dan "si Perawan", dan sampel dari jubah si anak laki-laki yang berdarah. Dua mumi belia ini ditemukan pada 1999 dan awalnya terkubur di puncak gunung api Argentina Llullaillaco, dengan ketinggian 6739 meter di atas permukaan laut, setelah dikorbankan untuk ritual persembahan.

Riset-riset lalu menemukan bahwa anak laki-laki dan gadis muda ini digemukkan dulu sebelum persembahan. Makanan yang mereka makan adalah diet khas petani berupa kentang dan berbagai sayur-sayuran, lalu setahun sebelum persembahan mereka mulai diberi makanan elite seperti daging llama kering dan tepung jagung.

Mumi anak laki-laki usia 7 tahun.

Setelah dipersembahkan, suhu yang membeku secara alami mengawetkan lemak di tubuh mereka.

"Yang saya ingin lihat adalah dari mana asal darah yang ada di pakaian mumi dan bibir mereka," kata Corthals. "Tapi ternyata kami menemukan lebih banyak jawaban dari yang kami perkirakan sebelumnya."

Arkeolog juga menemukan mumi ketiga, gadis usia 6 tahun, bersama dengan dua mumi di atas. Mumi ini tampaknya tersambar petir, sehingga sampelnya mungkin terkontaminasi. Oleh karena itu, Corthals dan timnya tidak mengambil sampel dari mumi ketiga ini.

Mumi anak usia 6 tahun yang juga ditemukan dan diduga tersambar petir.



Infeksi paru-paru ditemukan
Para peneliti menggunakan teknik yang mereka sebut 'shotgun proteomic'. Mereka menaruh sampel ke sebuah alat beranama spectrometer massa, yang kemudian memecah sampel protein tersebut ke beberapa bagian rantai asam amino. Sebuah perangkat lunak kemudian membandingkan bagian-bagian ini dengan protein manusia yang sudah ada untuk menentukan, apa saja protein yang ada di sampel. "Anda tidak bisa menggunakan teknik ini untuk organisme yang tidak kita miliki genomnya secara lengkap," kata Corthals.

Mereka menemukan bahwa profil Si Perawan cocok dengan pasien pengidap infeksi pernapasan kronis. X-ray yang kemudian diambil dari paru-parunya juga menunjukkan infeksi paru-paru. Untuk mengetahui apakah Si Perawan memiliki sesuatu dalam tubuhnya yang mengandung infeksi, para peneliti mengubah analisis DNA dan menemukan bukti bakteri dari genus Mycobacterium, yang biasanya menyebabkan infeksi trakhea pernapasan bagian atas dan tuberculosis.

Model statistik menemukan bahwa bacterium tersebut jatuh pada kelompok penyebab TB, meski spesiesnya belum diketahui, mungkin karena DNA-nya belum diurutkan.

Sementara si anak laki-laki Llullaillaco tidak memiliki penyakit atau bakteri patogen.

Riset ini menunjukkan bahwa 'shotgun proteomic' memiliki peran penting dalam menentukan penyakit atau kematian dalam kasus arkeologi, medis, atau kriminal. Menurut Corthal, metode ini juga mungkin bisa digunakan untuk menentukan bakteri patogen mana yang menjadi pembunuh utama saat beberapa infeksi terjadi bersamaan.

Kini Corthals ingin mengetahui apakah teknik ini dapat digunakan pada sampel-sampel yang tidak terjaga dengan baik, seperti materi tengkorak atau mumi Mesir.

Berikutnya, teknik pengenalan protein ini akan digunakan di luar bidang arkeologi. "Saya rasa penggunaan terbesarnya akan terjadi di bidang ilmu forensik kriminal," kata Corthals.

Studi terbaru ini dijelaskan mendetail secara online di jurnal PLoS One.

three musketers

http://www.sharebeast.com/8keeggpn2xry

Mempercepat Games dengan Game Booster

Versi Terakhir dari Game Booster dirilis pada januari 2010 yaitu versi 1.31,disini saya menyediakan versi baru yaitu versi 3.2 para maniak games wajib mempunyai Game Booster agar komputer yang digunakan menjadi lebih nyaman digunakan, karena software ini berguna untuk mematikan semaentara saat game dibuka agar game menjadi lebih enteng




Game Booster